Fakfak – Mahasiswa Fakfak Mahasiswa asal Kabupaten Fakfak, Papua Barat, di kota studi Yogyakarta menuntut Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Fakfak soal kejelasan Beasiswa 1.000 Mahasiswa.
Hal iitu disampaikan Ketua Paguyuban Keluarga Mahasiswa Fakfak Papua se-Yogyakarta, Aprillia Yewo Florecita Nauw, kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak, Papua Barat, Senin (3/11/2025).
“Kami meminta kejelasan mengenai keterlambatan penyaluran beasiswa 1.000 mahasiswa ini. Dari komunikasi yang dibangun bersama Disdikpora Fakfak, tak ada jawaban pasti dan jadi terkesan tidak jelas,” katanya.
Menurutnya, pengumpulan berkas yang diminta untuk memperoleh Beasiswa 1.000 Mahasiswa tersebut pada Mei 2025.
“Pada mulanya juga memang tidak ada pemberitahuan kepada kami soal beasiswa ini mau digulirkan sampai mantan ketua kami, kakak Fadli Temongmere, bertanya dalam grup. Baru terungkap ada pengumpulan berkas mahasiswa,” ujarnya.
Baca Juga : Bupati Samaun Dahlan Launching Bansos PKH, Sembako dan Stimulus untuk 6.925 KPM di Fakfak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/mahasiswa-di-manado.jpg)
Ia menyebutkan, dari jawaban Disdikpora Fakfak kala itu dibuka untuk pengumpulan berkas. Dari situlah mahasiswa tahu Beasiswa 1.000 Mahasiswa sedang digulirkan.
“Tenggat waktu pengumpulan berkas sampai akhir Mei 2025, lalu setiap kota studi ada pembagian yakni mahasiswa OAP dan non OAP, termasuk mahasiswa akhir dan mahasiswa jurusan Kedokteran sesuai instruksi mereka,” ujar Aprillia Yewo Florecita Nauw.
Ia dan kawan-kawan terus mempertanyakan update Beasiswa 1.000 Mahasiswa, namun tidak ada kejelasan sampai Agustus 2025.
“Pada Agustus 2025, kami pertanyakan kembali, dan informasinya Perbup sudah dikeluarkan atau terbit lalu segera proses pencairan. Diinfokan kembali kalau Disdikpora Fakfak sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mempercepat hal ini,” katanya.
Pada 2 September 2025, mahasiswa kembali mempertanyakan kejelasan Beasiswa 1.000 Mahasiswa. Disdikpora Fakfak mengatakan, ‘masih akan terus berupaya’.
“Kami sempat membaca berita di media yang menyebut SK penerimaan sudah cair dari 17 September. Pada 1 Oktober 2025, Ibu Hena sampaikan ke kami masih menunggu SK pencairan. Di sini, kami menilai mereka putar (persulit) kami,” ucap Aprillia Yewo Florecita Nauw.
Ia juga mengatakn telah berupaya komunikasi intens dengan Disdikpora Fakfak, namun tidak mendapatkan kejelasan berarti.
kami pertanyakan kembali, dan informasinya Perbup sudah dikeluarkan atau terbit lalu segera proses pencairan. Diinfokan kembali kalau Disdikpora Fakfak sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mempercepat hal ini,” katanya.















