Kabupaten Fakfak – Telkom Fokus sedang menyiapkan proses pemulihan terhadap Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi–Maluku-Papua Cable System (SMPCS) yang difokuskan pada ruas Sorong – Fakfak.
Proses pemulihan tersebut diungkapkan Executive Vice President (EVP) Telkom Regional V, Amin Soebagyo melalui rilis yang diterima TribunPapuaBarat.com di Fakfak Papua Barat, Rabu (3/9/2025).
“Kapal perbaikan khusus telah disiapkan untuk melanjutkan proses pemulihan pada ruas Sorong–Fakfak, tepatnya di Kilometer 66 sampai 81 dari Beach Manhole (BMH) Sorong arah Fakfak,” ujarnya.
Dikatakannya, setelah ruas Timika-Merauke rampung, tim teknis langsung melakukan persiapan secara menyeluruh dan berlayar menuju ruas Sorong-Fakfak guna melakukan percepatan pemulihan kabel laut.
“Perlu diketahui proses permanent recovery ini mencakup beberapa tahapan teknis, di mana pada tahapan tertentu akan menyebabkan penurunan sementara kualitas layanan Telkom Group,” tandasnya.
Baik itu untuk fixed maupun mobile broadband, di wilayah Merauke, Timika, dan Kaimana pada waktu-waktu tertentu.
“Dampak penurunan kualitas layanan ini akan terjadi sebanyak dua kali,” bebernya.
Lanjutnya mengatakan, pertama akan terjadi pada 9 hingga 10 September selama kurang lebih 12 jam.
“Lalu yang kedua akan terjadi pada 12 hingga 14 September selama kurang lebih 41 jam,” pungkasnya.
Kemudian, pada 14 September proses pemulihan diperkirakan akan selesai dan layanan kembali normal.
Baca Juga : HMP Administrasi Publik STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak Resmi Tutup LDKM ke-2

“Apabila terdapat perubahan waktu akan kami informasikan lebih lanjut,” tandasnya.
Namun masyarakat tak perlu khawatir, karena selama periode tersebut, Telkom menyiapkan backup melalui satelit dan radio teresterial dengan bandwidth terbatas agar konektivitas tetap terjaga.
“Masyarakat juga dapat mengakses layanan internet gratis di Posko Merah Putih yang tersedia di beberapa titik strategis di wilayah Merauke dan Timika,” ucapnya.
Amin menuturkan, langkah-langkah pemulihan ini sejalan dengan komitmen Telkom dalam menyediakan layanan telekomunikasi digital yang optimal dengan memastikan ketersediaan dan keandalan jaringan secara menyeluruh.
Telkom mengimplementasikan desain jaringan yang lebih kuat untuk menjaga stabilitas layanan, baik dalam kondisi normal maupun saat terjadi gangguan.
Selain itu, Telkom terus meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan jaringan agar tetap dapat diakses dalam berbagai situasi, termasuk cuaca ekstrem, bencana alam, atau kondisi force majeure.
sedang menyiapkan proses pemulihan terhadap Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi–Maluku-Papua Cable System (SMPCS) yang difokuskan pada ruas Sorong – Fakfak.
Proses pemulihan tersebut diungkapkan Executive Vice President (EVP) Telkom Regional V, Amin Soebagyo melalui rilis yang diterima TribunPapuaBarat.com di Fakfak Papua Barat, Rabu (3/9/2025).
“Kapal perbaikan khusus telah disiapkan untuk melanjutkan proses pemulihan pada ruas Sorong–Fakfak, tepatnya di Kilometer 66 sampai 81 dari Beach Manhole (BMH) Sorong arah Fakfak,” ujarnya.
Dikatakannya, setelah ruas Timika-Merauke rampung, tim teknis langsung melakukan persiapan secara menyeluruh dan berlayar menuju ruas Sorong-Fakfak guna melakukan percepatan pemulihan kabel laut.
“Perlu diketahui proses permanent recovery ini mencakup beberapa tahapan teknis, di mana pada tahapan tertentu akan menyebabkan penurunan sementara kualitas layanan Telkom Group,” tandasnya.
Baik itu untuk fixed maupun mobile broadband, di wilayah Merauke, Timika, dan Kaimana pada waktu-waktu tertentu.
“Dampak penurunan kualitas layanan ini akan terjadi sebanyak dua kali,” bebernya.
Lanjutnya mengatakan, pertama akan terjadi pada 9 hingga 10 September selama kurang lebih 12 jam.
“Lalu yang kedua akan terjadi pada 12 hingga 14 September selama kurang lebih 41 jam,” pungkasnya.
Kemudian, pada 14 September proses pemulihan diperkirakan akan selesai dan layanan kembali normal.
“Apabila terdapat perubahan waktu akan kami informasikan lebih lanjut,” tandasnya.
Namun masyarakat tak perlu khawatir, karena selama periode tersebut, Telkom menyiapkan backup melalui satelit dan radio teresterial dengan bandwidth terbatas agar konektivitas tetap terjaga.
“Masyarakat juga dapat mengakses layanan internet gratis di Posko Merah Putih yang tersedia di beberapa titik strategis di wilayah Merauke dan Timika,” ucapnya.
Amin menuturkan, langkah-langkah pemulihan ini sejalan dengan komitmen Telkom dalam menyediakan layanan telekomunikasi digital yang optimal dengan memastikan ketersediaan dan keandalan jaringan secara menyeluruh.
Telkom mengimplementasikan desain jaringan yang lebih kuat untuk menjaga stabilitas layanan, baik dalam kondisi normal maupun saat terjadi gangguan.Telkom Fokus
Selain itu, Telkom terus meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan jaringan agar tetap dapat diakses dalam berbagai situasi, termasuk cuaca ekstrem, bencana alam, atau kondisi force majeure.















