
Tanggapan Anggota DPRK Kota Jayapura terkait Kontroversi Pernyataan Wali Kota
FakFak – Tanggapan Anggota angkat bicara mengenai beredarnya video potongan pernyataan Wali Kota Jayapura yang kini ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam video tersebut, ada ungkapan yang disalahartikan oleh sebagian pihak, sehingga memicu berbagai tafsiran negatif. Barto Taniauw pun menegaskan bahwa pernyataan Wali Kota tidak dimaksudkan untuk menyinggung siapa pun dan harus dipahami dalam konteks yang tepat.
Menurutnya, apa yang disampaikan Wali Kota merupakan bentuk respons terhadap aspirasi dari masyarakat adat di berbagai kampung.
Aspirasi Masyarakat Adat yang Dihargai Wali Kota
Barto menjelaskan bahwa pernyataan tersebut berasal dari aspirasi masyarakat adat di kampung-kampung yang disampaikan pada saat kegiatan Turun Kampung (Turkam). Masyarakat adat ini, lanjut Barto, secara tegas menyampaikan bahwa mereka tidak akan melakukan aksi pemalangan jalan dan demo di Kota Jayapura. “Apa yang disampaikan Wali Kota ini karena ada aspirasi dari masyarakat adat di Kampung-kampung pada saat Turkam,” jelas Barto.
Masyarakat adat, tegas Barto, sudah sepakat untuk menjaga kedamaian dan ketertiban di Kota Jayapura selama lima tahun kepemimpinan Wali Kota.
Penekanan pada Penyampaian Aspirasi Secara Damai
Barto menegaskan kembali bahwa pernyataan Wali Kota merupakan cerminan dari keinginan masyarakat adat yang ingin menciptakan suasana aman dan kondusif di kota. Penyampaian aspirasi oleh masyarakat harus dilakukan dengan cara yang damai dan sesuai aturan yang ada.
Menurut Barto, apabila ada masalah atau aspirasi yang ingin disampaikan oleh masyarakat, mereka bisa datang dan melapor terlebih dahulu kepada pemerintah setempat. Penyampaian aspirasi melalui jalur yang tepat akan membantu menciptakan solusi yang lebih efektif dan menghindari aksi anarkis yang dapat merugikan banyak pihak.
Mengutamakan Musyawarah untuk Penyelesaian Masalah

Lebih lanjut, Barto menambahkan bahwa musyawarah adalah cara yang lebih baik dalam menyelesaikan masalah di kota ini.
Baca Juga : Klasemen F1 2019 Usai Bottas Menangi GP Australia
Pemahaman yang Keliru Terkait Potongan Video
Namun, karena video tersebut dipotong, kalimatnya terkesan berdiri sendiri dan menimbulkan tafsiran yang keliru. “Yang terjadi itu sebenarnya jawaban dari aspirasi masyarakat yang bertanya tentang aksi demo dan palang yang sering terjadi. Tapi karena dipotong, kalimat itu seakan berdiri sendiri dan memicu tafsir yang keliru,” jelas Barto.
Barto kembali menegaskan bahwa Wali Kota sama sekali tidak berniat menyinggung kelompok masyarakat dari wilayah pegunungan.
Harapan untuk Kota Jayapura yang Damai
menegaskan bahwa Kota Jayapura harus tetap menjaga kedamaian dan tidak ada tempat untuk kekerasan atau aksi anarkis.














